Sabtu, 29 September 2018

Akhirnya Mobil Sejuta Umat Avanza Kesalip Xpander!

Jakarta - Bertahun-tahun menguasai pasar otomotif tanah air, Toyota Avanza harus rela disalip pendatang baru Mitsubishi Xpander. Berdasarkan data distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bulan Februari 2018, Xpander tercatat terjual sebanyak 7.400 unit. 

Dengan angka tersebut Xpander menggeser Avanza dari posisi puncak yang hanya terjual 6.773 unit. Total selama dua bulan pertama tahun 2018 Avanza terjual 14.316 unit sementara Xpander 14.479 unit. 

Ini bisa dibilang prestasi sendiri bagi Mitsubishi. Setelah enam bulan meluncurkan MPV pertamanya di Indonesia, bisa menyalip mobil sejuta umat yang laris selama bertahun-tahun. 

Head of PR & CSR Departement PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Intan Vidiasari mengatakan penerimaan masyarakat yang sangat baik kepada Xpander membuktikan bahwa model ini dapat memenuhi ekspektasi dan kebutuhan konsumen akan small MPV dan mobil keluarga di Indonesia. 

"Saat ini fokus MMKSI sebagai pemegang merek Mitsubishi Motors di Indonesia adalah mempercepat pemenuhan pengiriman unit inden kepada konsumen dan memastikan keseluruhan proses kepemilikan kendaraan akan memberikan pengalaman terbaik kepada konsumen terhadap layanan 3S Mitsubishi," ujar Intan.

Toyota sendiri menanggapi turunnya penjualan Avanza karena bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan suplai.

"Daya serap pasar untuk Avanza stabil dan kami optimistis pada Maret ini penjualan akan naik seiring dengan peningkatan suplai ke diler atau wholesale," ungkap Vice President Toyota Astra Motor Henry Tanoto dalam siaran persnya.

Pendatang baru lain yang datang bersamaan dengan Xpander, Wuling Confero juga terlihat tidak terlalu cemerlang. Selama Februari, Wuling hanya berhasil menjual 565 unit Confero.

Selasa, 04 September 2018

'Jadi, Beneran Bubar Nih Deddy Corbuzier & Chika Jessica?'

Jakarta - Chika Jessica baru-baru ini memutuskan untuk keluar dari program acara talkshow yang biasanya ia pandu bersama Deddy Corbuzier. 

Eko Patrio sebagai komedian yang juga biasa membuat sekaligus jadi bintang dalam program acara televisi agak heran. Sebab, rating dan materi acara itu terbilang bagus.

"Masa sih, mas Deddy-nya ganteng dan mbak Chika-nya cantik, masa bermasalah," ujar Eko saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

"Udah gitu program saya udha delapan tahun aja bisa membuat formula yang bagus, apalagi banyak orangnya. Ada Ayu ada Jessica, macam-macam ada Raffi ada Ruben. Masa berdua aja nggak bisa jaga chemistry. Saya lihatnya sayang aja kalau tidak bisa dijaga," lanjutnya. 

Jika ada masalah, ayah tiga anak ini berharap Deddy dan Chika bisa menyelesaikannya. Deddy kemudian menyindir acara-acara tak mendidik yang dianggapnya 'alay' tapi justru laku dan laris-manis.

Menurut Eko, layak dan tidaknya sebuah acara televisi, KPI lah yang menentukan. Setiap host atau bintang di televisi tak berhak menggolongkan alay atau tidak.

"Kalau tidak mendidik kan ada dua polisinya lho di televisi itu. Satu internal QC-nya, kedua ada KPI jadi kalau dibilang segala macam tergantung lihat dari mana. Pesbukers ada lah sisi positifnya. Kalau tidak pasti sudah diberhentikan dari pertama. Ini kan bagaimana tontonan bisa jadi tuntutan, tapi menghibur," tambahnya. 

Hal tersebut masih bisa dipertahankan selagi tonggak yang bisa melarang tayangan tersebut mulai bertindak. 

"Semua program masih ada penontonnya, masih tidak dapat teguran dari KPI dan sebagainya sah-sah saja, itu polisi sesungguhnya," tukasnya.

Kamis, 31 Mei 2018

Sidang Terdakwa Tjipta Fudjiarta Ditunda Karena Izin Tertulis Dari MKN Tidak Ada

BATAM - Sidang terdakwa Tjipta Fudjiarta, kasus penipuan, penggelapan dan keterangan palsu kepemilikan hotel BCC & Residence, dengan agenda sidang pemeriksaan saksi dari Notaris, Angly Cenggana di tunda Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Seni (28/5-2018).

"Ada ijin yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Notaris (MKN), tolong tunjukkan kepada Majelis Hakim persidangan. Karena persidangan ini harus sesuai prosedural," kata Hakim Tumpal Sagala.

Setelah di pertanyakan oleh Majelis hakim kepada saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), saksi Angly Cenggana (Notaris) menjawab, izin ada sama Jaksa.

"Ada izinya yang mulia, tapi dikirim lewat WA," ujar Jaksa yang menangani kasus perkara terdakwa Tjipta Fudjiarta.

"Suratnya harus tertulis disampaikan ke majelis hakim, itu sesuai prosedural. Jadi sidang kita tunda pada persidangan berikutnya, tanggal 4 Juni 2018," kata hakim Tumpal Sagala didampingi hakim anggota Taufik dan Yona Lamerossa.

rdk/KA

Selasa, 15 Mei 2018

Judi Bola Pingpong Modus Karaoke di Hotel Sphinx


Batam - Perjudian jenis bola pingpong di ruangan karaoke Hotel Sphinx, masih tetap buka, meskipun baru-baru ini pihak kepolisian merazia tempat lain, tetapi pihak manejemen Sphinx masih tetap mengoperasikan jenis judi 303 ini.

" Sekarang pemain di Hotel Spinx masih ramai karena tempat lain tutup. Diperkiraan omzet perhari bisa mencapai miliar`an rupiah, ” demikian diutarakan salah seorang tamu hotel ini yang mengaku baru saja keluar usai main judi Bola Pingpong, Rabu(15/5/2018).

Menurutnya, belakang ini, hotel yang berani membuka bisnis berbau 303 ini adalah Sphinx, yang kemudian, nanti, mungkin akan disusul ditempat yang lain membuka judi jenis bola Pingpong.

” Hotel ini tetap buka menyuguhkan kepada pengunjungnya judi jenis bola pingpong, kemudian akan disusul yang lain ” sambungnya.

Sumber lain mengatakan. jika pengelola bisnis judi bola pingpong di karaoke sphink ini cukup ternama di Kepri ini. 

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak manejemaen Hotel Sphinx belum mau memberikan klarifikasinya.

Senin, 14 Mei 2018

Alamak Gelper Stella Mitra Mall di Duga Bermodus Judi Disinyalir Milik Cina Malaysia



Batam - Aktivitas gelanggang permainan (gelper) electronic di lokasi Mitra Mall bernama gelper Stella ternyata milik seorang oknum warga negara asing (WNA) dari Malaysia. Diduga warga negara asing tersebut belum memiliki izin tinggal dan izin usaha di Batam.

Pantauan awak media ini dilapangan, gelper Stella yang berlokasi di Mitra Mall, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji sudah lama menjalankan bisnis gelanggang electronic berbaur judi sudah sangat lama dan tak tersentuh hukum.

Ironisnya lagi, hampir setiap malam warga negara asing tersebut datang ke lokasi gelper Stella Pesona Indah tersebut. Bila dihubungkan dengan izin gelper dikota Batam yang dikeluarkan BPM-PTSP kota Batam saja sangat susah untuk pengusaha lokal, apalagi pengusaha luar berwarga negara asing.

"Katanya sih, pemilik gelper stella pesona indah milik orang cina malyasia. Dan hampir setiap malamnya cina malaysia itu datang untuk mengecek lokasi," ujar Arif (nama samaran) salah satu pengunjung.

Bahkan, (kata Arif) bila pihak terkait mau menangkap cina malaysia tersebut sangatlah gampang, tinggal menunggu setiap malam di gelper stella.

"Mereka gampang saja untuk dikenali, datang aja dan bertanya pada pengunjung yang sudah lama bermain gelper distella itu," tuturnya.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah pihak BPM-PTSP kota Batam, Imigrasi kota Batam dan Satpol PP sebagai penegak perda kota Batam belum dikonfirmasi untuk menangkap WNA tersebut.

Editor : Redaksi
Liputan : tim

Minggu, 13 Mei 2018

Kepemilikan Pasar Induk Akan Didata

Batam - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mewajibkan pedagang yang hendak berniaga di lapak-lapak Pasar Induk Jodoh memiliki kartu tanda penduduk daerah setempat.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Rabu, menyatakan pemkot mengontrol kepemilikan kios melalui nomor KTP tiap warga. Selain itu, setiap warga tidak boleh menggunakan lebih dari satu lapak, demi keadilan.

Kebijakan itu dibuat mengingat pasar itu bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga, sehingga semestinya juga digunakan oleh warga setempat.

Pemerintah akan mengatur detil lokasi penjualan di sana, sesuai dengan peruntukan agar tertata rapi. "Bagian bawah tempat jualan ikan tapi tidak boleh basah, nanti kita atur. Bagian atas jualan yang kering-kering," kata dia. Pasar Induk Jodoh Batam tidak terawat dan ditinggalkan pedagang dan pembeli sejak beberapa tahun lalu.

Pasar yang dibangun Pemprov Riau dan Otorita Batam (kini bernama Badan Pengusahaan Kawasan Batam) itu tidak dikelola dengan baik hingga bangunannya pun rusak dan nyaris roboh.

Wali Kota mengatakan kini pasar induk itu dalam proses hibah untuk kepada Pemkot Batam. Pemkot akan merobohkan dan membangun kembali pasar tersebut. Ia berharap penyerahan aset bernilai miliaran rupiah itu akan selesai Juni, sehingga pemugaran bisa segera dilaksanakan.

Rabu, 09 Mei 2018

Gubernur H Nurdin Basirun Jangan Larang Anak Ke Mesjid

Kepri : Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan kepada para orang tua untuk tidak melarang anak-anak main ke masjid. Jika sejak kecil sudah diajarkan takut ke masjid maka generasi shalat berjamaah di masjid kelak akan berkurang.
“Jangan buat anak-anak takut ke masjid, merekalah yang akan menjaga masjid kita ini tetap ramai dimasa depan,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Al-Musyahadah, Batu Lipai, Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu (28/4).
Di penghujung April ini. Nurdin bersafari subuh di Karimun dan Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Jika di Karimun Nurdin mengimbau anak-anak untuk menjadikan masjid laman beraktivitas, di Penyengat Nurdin membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar masjid.
Wakil Gubernur H Isdianto juga menunaikan salat Subuh di Masjid Sultan Pulau Penyengat. Usai Subuh pada Ahad (29/4), Nurdin dan Isdianto ikut “berdagang” dengan membagi-bagikan kue di depan masjid,
Kegiatan dadakan ini dilakukan Nurdin dan Isdianto usai bersama-sama melakukan kegiatan shalat subuh berjamaah di masjid bersejarah tersebut. Tidak hanya mendapatkan kue tetapi masyarakat juga bisa bersalaman langsung dengan orang nomor 1 dan nomor 2 di Provinsi Kepri tersebut. Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, tampak juga Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah
Awalnya Gubernur membantu berjualan kue milik salah seorang warga yang dibantu Wakil Gubernur yang menerima uang hasil jualannya dan Sekda yang menyerahkan kuenya.
“Dah hitung semue nye barape kue yang laku dan sise nye berape”, kata Nurdin. Sambil pegang pena dan buku catatan.
Namun akhirnya Gubernur justru memborong sise seluruh kue yang dia jual sendiri, lalu membagikannya kepada warga, termasuk anak-anak dan siapa saja yang datang.
“Ambil, ambil buk, anak-anak juga sini jangan malu-malu. Ini gratis untuk hari ini, semoga berkah,” ujar Nurdin.
Sementara di Karimun, Nurdin tak henti-hentinya mengingatkan agar para generasi muda tersebut perlu pendidikan yang terbaik dari segi formal maupun non formal maka peran orang tua sangat penting dalam mengawal hal itu.
“Apalagi pendidikan keagamaan yang sangat penting dalam membentuk akhlak yang mulia,” lanjut Nurdin.
Nurdin mengaku bangga, setiap ia berkunjung ke masjid-masjid di Kepri, selalu ada anak-anak kecil yang sudah mampu menghafal Al Quran dan membaca nya dengan fasih dan baik.
“Inilah yang kita butuhkan, generasi penerus kita cinta quran,” tambahnya.
Orang tua memang diharuskan menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya namun tidak menutup kemungkinan orang tua juga mampu menyamai kemampuan menghafal al quran dengan baik seperti para qori-qoriah muda.
“Selagi diberi kesempatan perkara umur bukan jadi persoalan,” kata Nurdin.